Puisi ( Kelas 5 )

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Selamat pagi anak - anaku kelas 5, Untuk pertama kalinya hari ini Kamis ( 15 Juli 2021 ), Kalian akan mulai memasuki pembelajaran di semester 1 tahun Pelajaran 2021 / 2022.

Dikelas 5 Nanti Terdiri dari 9 Tema ( Tema 1 - Tema 9 ) Untuk Semester 1 sendiri ada 5 Tema ( tema 1 - Tema 5 ).

Setiap temanya ada 3 Sub tema..

Anak - anku semua, hari ini pak guru ada sesuatu yang ingin disampaikan...khusus hari ini, nanti diakhir sesi akan ada pembagian dorprize berupa hadiah langsung dari sekolah bagi yang karyanya nanti terbaik.

Untuk hari ini, sebetulnya materi belum masuk ke materi khusus di sub - sub tema. Kali ini pak guru akan melalkukan pengecekan kemampuan menulis dan berbicara sebagai deteksi awal kemampuan. Apa yang akan pak guru sampaikan yaitu materi puisi.

Yuk kita simak dulu materi dari Puisi !

Menurut beberapa sumber bahwa Puisi Adalah  karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya makna. Karya sastra yang singkat, padat, dan menggunakan bahasa yang indah.

UNSUR-UNSUR PUISI

Unsur-unsur puisi antara lain :

  1. Tema, yaitu pokok persoalan yang akan diungkapkan oleh penyair. Tema ini tersirat dalam keseluruhan isi puisi.
  2. Rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok persoalan yang terkandung di dalam puisi
  3. Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada berkaitan erat dengan tema dan rasa. Hal ini ditunjukan dengan adanya sikap merayu, mengadu, mengkritik, dan sebagainya.
  4. Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisi itu.
  5. JENIS-JENIS PUISI

    • Jenis – jenis puisi berdasarkan bentuknya :
    1. Puisi yang terkait aturan-aturan bait dan baris. Antara lain : Pantun, syair, dan soneta. Dikenal juga puisi yang berbentuk distikon, terzina, kuatren, kuint, sektet, septima, dan oktaf
    2. Puisi bebas yaitu puisi yang tidak terikat oleh aturan aturan bait, baris, maupun rima. Contohnya : puisi karangan Chairil Anwar, Taufik Ismail, W.S. Rendra.
    • Jenis-jenis puisi berdasarkan zamanya :

    1. Puisi lama

    Puisi lama adalah puisi yang merupakan peninggalan sastra melayu lama. Puisi lama terdiri atas puisi asli dan puisi pengaruh asing. Contoh puisi asli masyarakat melayu adalah pantun dan contoh puisi asing pengaruh arab adalah syair. Yang termasuk puisi lama adalah :

    a ) Pantun

    Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra lama berbentuk puisi. Sebagaimana bentuk puisi lainya, pantun mementingkan keindahan bahasa,pemadatan makna kata, serta bentuk penulisanya yang berbait-bait.

    Ciri-ciri pantun :

    1) Satu bait terdiri atas empat baris;

    2) Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkanbaris ketiga dan keempat merupakan isi;

    3) Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata;

    4) Rima akhir pola a-b-a-b

    b) Syair

    Syair termasuk dalam jenis puisi lama. Hampir sama dengan pantun, syair terikat akan aturan-aturan baku. Ciri-cirinya adalah :

    1) Satu bait terdiri atas empat baris;

    2) Syair tidak mempunyai sampiran semua barisnya adalah isi;

    3) Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata;

    4) Rima akhir pola a-a-a-a

    c ) Mantra, yaitu puisi yang mengandung kekuatan gaib.

    d) Taliban, yaitu pantun yang terdiri atas 6,8, atau 10 baris

    e) Karmina, yaitu pantun yang terdiri dari 2 baris saja.

    2. PUISI BARU

    Pengertian 

    Puisi baru ialah macam puisi yang tidak terikat oleh berbagai aturan, inilah yang membedakannya dengan puisi lama. Puisi baru memiliki bentuk bebas sehubungan dengan puisi lama dalam hal jumlah suku kata, jumlah baris dan puisi. Dalam puisi-puisi lama nama pengarang umumnya dikenal dan telah dimasukkan.

Ciri-Ciri Dari Puisi Baru

  1. Setiap kata terdiri dari 2 kata atau 4-5 suku kata
  2. Setiap baris adalah gatra 
  3. Puisi empat senar
  4. Sajak dan pola puisi
  5. Perpajakan final adalah rutin
  6. Puisi baru ini teratur dan simetris
  7. Gunakan majas (dapat diedit)
  8. Nama penulis dikenal

Contoh Puisi Baru 1

Soneta

contoh:

Perasaan siapa yang akan menyala (a)
Melihat seorang anak dengan lagu Dendang (b)
Hanya satu di tengah lapangan (b)
Tanpa kemeja tanpa kepala (a)

Ini adalah nasib pendeta (a)
Perlindungan di bawah hutan rindang (b)
Dari pagi dia meninggalkan kandang (b)
Pulang ke rumah saat senja ketika (a)

Sedikit suka disembuhkan hingga (a)
Saya mendengar suara potongan-potongan (a)
Meliputi sifat non-molekul dari permainan (a)

Wahai gembala hijau segara (a)
dengarkan murid Anda sesuai dengan kerbau (a)
Aku akan menaatimu (a)

Septime

contoh:

Indonesia telah menumpahkan darah saya
Duduk di pantai yang indah
Di mana ombak pecah
Berkilau putih di atas pasir lepas
Pulau itu muncul di lautan hijau
Gunung gunung rupanya bagus
Itu terlihat seperti air mulia yang berlimpah
Sebarkan darah saya di Indonesia
(Muhammad Yamin)

TUGAS ANAK - ANAK 

tulis ulang puisi dibawah ini, kemudian sebagai permintaan dari sekolah ( baca puisi dibawah ini, dan rekam kedalam vidio, kemudian japrikan ke pak guru )

SURAT DARI IBU

Pergi ke dunia luas, anakku sayang
pergi ke hidup bebas !
Selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinar daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau.

Pergi ke laut lepas, anakku sayang
pergi ke alam bebas !
Selama hari belum petang
dan warna senja belum kemerah-merahan
menutup pintu waktu lampau.

Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang kesarang
angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
dan nakhoda sudah tahu pedoman
boleh engkau datang padaku !

Kembali pulang, anakku sayang
kembali ke balik malam !
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari.”
(Asrul Sani, 1948)

COntoh pembacaan puisi diatas


Admin

0 komentar:

Posting Komentar