Rabu, 20 Januari 2021

Kehidupan Nelayan Pemburu Paus ( Kelas 5 )

Ass. Selamat pagi anak - anaku semua, pagi ini seperti biasa dimasa BDR, pak guru akan bagikan materi ajar hari ini di blog milik sekolah nggih. Sebelum memulai belajar silahkan anak-anak persiapkan dahulu buku catatan untuk melakukan rangkuman materi dan bisa anak-anak pelajari dikemudian hari. Dan yang utama silahkan berdoa sesuai agama dan kepercaan masing - masing. Semangat belajar dan tetap jaga kesehatan.

Untuk materi kelas 5 pagi ini kita masih di tema 6, khusus dipagi ini pak guru akan bahas materi dibalik cerita " Kehidupan Nelayan Pemburu Paus '

Kehidupan Nelayan Pemburu Paus

Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu desa nelayan tradisional yang menjadikan laut sebagai ladang kehidupan mereka. Laut adalah ibu yang memberikan kehidupan sejak zaman nenek moyang mereka. Dari hasil laut, masyarakat di desa ini telah berhasil mengirimkan anak-anak mereka untuk bersekolah dan pada akhirnya bekerja.

sumber : https://gurune.net/kehidupan-nelayan-pemburu-paus/

Masyarakat nelayan di desa Lamalera, memiliki tradisi berburu paus yang telah diturunkan bertahun-tahun oleh nenek moyang mereka. Tidak sembarang paus yang mereka buru, hanya paus yang sudah tua saja yang mereka buru. Jika mereka menemukan paus muda, masyarakat nelayan di desa ini akan mengembalikannya ke laut lepas. Mereka pun bersepakat secara adat bahwa dalam setahun, tidak boleh lebih dari 15 paus yang mereka buru. Dengan demikian, mereka tetap menjaga agar paus tidak punah.

Untuk berburu paus, para nelayan melakukan pemantauan dari bibir pantai dan dari atas bukit. Ada beberapa orang yang senantiasa berada di bukit itu untuk memantau, sambil melakukan kegiatan lainnya seperti memperbaiki jala, menganyam atap perahu dari daun lontar, memasak, atau membaca buku. Jika mereka melihat paus, mereka akan berteriak “baleo” yang berarti paus. Teriakan itu, membuat para nelayan yang berada di bibir pantai segera bersiap melaut. Mereka akan mengirimkan sebuah perahu untuk mengamati jenis dan umur paus. Jika mereka melihat paus itu layak ditangkap, mereka akan akan memanggil perahu-perahu lain untuk mendekat.

Daging dan minyak paus yang berhasil ditangkap kemudian akan dibagi ke seluruh warga desa. Pembagian diutamakan bagi janda dan yatim piatu, baru kemudian kepada penangkap paus, pemilik perahu, lalu kepada masyarakat lainnya. Daging dan ikan paus ini dapat ditukar dengan jagung, umbi-umbian, buah-buahan, dan sayuran dari masyarakat pegunungan. Kegiatan barter ini dilakukan di Pasar Wulandoni, sekitar 3 km dari Lamalera.

sumber : https://gurune.net/kehidupan-nelayan-pemburu-paus/





Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang ingin kamu ketahui tentang peristiwa yang terjadi di sekitarmu. Bertanya merupakan kegiatan mencari jawaban tentang sesuatu yang belum diketahui. Kita dapat bertanya kepada siapa pun, termasuk kepada teman sebaya.

Untuk mendukung tugas yang akan pak guru share alangkah baiknya kita pelajarai terlebih dahulu tentang kata tanya dan kalimat tanya.

Pengertian Kata Tanya

Kata tanya adalah kata yang dipakai dalam kalimat tanya untuk menanyakan sesuatu, baik itu orang/benda, perbuatan/tindakan, keadaan/situasi, dan lain sebagainya. Sedangkan kalimat tanya adalah kalimat yang didalamnya terkandung sebuah pertanyaan kepada pihak lain, yang diajukan untuk memperoleh jawaban dari pihak yang ditanya.

Ciri ciri Kata Tanya

Kata tanya sejatinya memiliki ciri-ciri yang sangat spesial yang membedakannya dari kata-kata yang lain. Adapun ciri-ciri dari kata tanya, yaitu sebagai berikut :

  1. Kata tanya selalu diikuti dengan tanda tanya pada akhir kalimat.
  2. Kata tanya biasanya terletak di awal sebuah kalimat tanya.
  3. Kata tanya seringkali diikuti atau ditambahkan dengan imbuhan sufiks –kah. Seperti : apakah, siapakah, dimanakah, kapankah dan lain sebagainya.
Jenis jenis Kata Tanya
  1. Kata tanya “Apa”
  2. Kata tanya “Siapa”
  3. Kata tanya “Kapan”
  4. Kata tanya “(Di, Ke, Dari) Mana”
  5. Kata tanya “Mengapa”
  6. Kata tanya “Bagaimana”
  7. Kata tanya “Berapa”

Fungsi Kata Tanya

  1. Kata tanya “Apa”
    Berfungsi : untuk menanyakan benda atau sesuatu, keadaan atau perbuatan, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan isi atau pokok bahasan.
    Jawaban dari pertanyaan yang menggunakan kata tanya “apa” adalah benda atau sesuatu, pengertian maupun penjelasan tentang hal yang ditanyakan.
  2. Kata tanya “Siapa”
    Berfungsi : untuk menanyakan orang atau pihak yang terlibat.
    Jawaban dari pertanyaan yang menggunakan kata tanya “siapa” adalah orang atau pelaku serta pihak yang terlibat sesuatu hal yang ditanyakan.
  3. Kata tanya “Kapan”
    Berfungsi : untuk menanyakan waktu terjadinya sebuah/suatu peristiwa atau kejadian.
    Jawaban dari pertanyaan yang menggunakan kata tanya “kapan” adalah waktu kejadian terjadinya sebuah peristiwa atau kejadian yang dapat berupa jam, hari, tanggal, bulan atau tahun.
  4. Kata tanya “(Di, Ke, Dari) Mana”
    Berfungsi : untuk menanyakan tempat berlangsungnya suatu peristiwa, lokasi yang akan dituju, tempat yang sedang ditgunakan atau yang telah didatangi.
    Jawaban dari pertanyaan yang menggunakan kata tanya “(di, ke, dari) mana” adalah tempat berlangsungnya suatu peristiwa/kejadian, lokasi yang akan dituju, tempat yang sedang dipakai atau yang telah didatangi.
  5. Kata tanya “Mengapa”
    Berfungsi : untuk menanyakan sebab atau alasan suatu peristiwa terjadi.
    Jawaban dari pertanyaan yang menggunakan kata tanya “mengapa” adalah penjelasan tentang sebab atau alasan sebuah peristiwa yang terjadi, dan ditandai dengan pemakaian konjungsi atau kata hubung ‘karena’ atau ‘sebab’.
  6. Kata tanya “Bagaimana”
    Berfungsi : untuk menanyakan keadaan atau kejelasan tentang sesuatu hal, cara atau proses pengerjaan sesuatu.
    Jawaban dari pertanyaan yang menggunakan kata tanya “bagaimana” adalah penjelasan tentang keadaan, cara atau proses terhadap sesuatu hal yang ditanyakan.
  7. Kata tanya “Berapa”
    Berfungsi : untuk menanyakan banyak, jumlah atau satuan.
    Jawaban dari pertanyaan yang menggunakan kata tanya “berapa” adalah banyak, jumlah atau satuan tentang sesuatu hal yang ditanyakan.

Contoh Kata Tanya “Apa” dalam Kalimat

  1. Apakah yang dimaksud dengan kata majemuk?
  2. Apakah kepanjangan dari singkatan NKRI?
  3. Apakah yang membuatmu tidak ingin kembali ke kampung halaman?
  4. Apakah kau tidak merindukan kedua orang tuamu?
  5. Apakah makanan kesukaanmu?
  6. Jurusan apakah yang kau ambil saat menimba ilmu di bangku kuliah dulu?
  7. Apakah arti kebebasan menurut pandanganmu?

Contoh Kata Tanya “Siapa” dalam Kalimat

  1. Siapakah pelaku pembunuhan sadis yang terjadi di kawasan elit itu?
  2. Siapakah nama dosen pembimbingmu saat menyusun skripsi S1 dulu?
  3. Siapakah laki-laki berkaca mata hitam yang dari tadi selalu mengikutiku?
  4. Siapakah  yang mengantarmu berangkat kerja setiap hari?
  5. Siapakah yang mengambil helm berwarna merah yang kuletakkan diatas motor ini?
  6. Siapakah nama presiden pertama Indonesia?
  7. Siapakah nama pemain timnas Indonesia yang mencetak gol saat melawan timnas negara Vietnam beberapa hari lalu?

Contoh Kata Tanya “Kapan” dalam Kalimat

  1. Kapankah ulang tahun kakak tertuamu?
  2. Kapankah pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-287 akan mendarat?
  3. Kapankah kau akan berhenti merokok?
  4. Kapan ibuku bisa keluar dari rumah sakit dan bisa beraktivitas seperti biasanya lagi?
  5. Kapan paket ini diantarkan kurir kerumah kita?
  6. Kapankah siswa kelas 3 SMA akan melaksanakan Ujian Nasional?
  7. Kapankah pendaftaran seminar yang akan diadakan sabtu depan?

Contoh Kata Tanya “(Di, Ke, Dari) Mana” dalam Kalimat

  1. Dimanakah kau menyimpan kado yang ku berikan saat ulang tahunmu kemarin?
  2. Dimanakah alamat rumah barumu?
  3. Dimana ayah membeli smartphone seri terbaru ini?
  4. Kemanakah keluargamu akan menghabiskan waktu liburan akhir tahun nanti?
  5. Kemanakah kau akan melanjutkan pendidikan S2-mu?
  6. Dari mana saja kau tengah malam begini baru pulang?
  7. Dari mana kau mendapatkan informasi tentang kampus itu?

Contoh Kata Tanya “Mengapa” dalam Kalimat

  1. Mengapa wajahmu bermuram durja begitu?
  2. Mengapa akhir-akhir ini selalu turun hujan?
  3. Mengapa tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah?
  4. Mengapa saat matahari terbenam cahayanya menjadi kemerahan?
  5. Mengapa rata-rata anak perempuan menyukai warna pink?
  6. Mengapa kita harus berbakti kepada kedua orang tua?
  7. Mengapa bulan tidak terlihat saat hujan turun di malam hari?

Contoh Kata Tanya “Bagaimana” dalam Kalimat

  1. Bagaimanakah cara menulis sebuah artikel yang baik dan benar bagi pemula?
  2. Bagaimanakah cara membuat kue buah naga dengan topping taburan keju dan buah almond?
  3. Bagaimanakah cara menghilangkan jerawat secara alami?
  4. Bagaimanakah kronologis kejadiannya hingga kau mengalami peristiwa itu?
  5. Bagaimanakah cara menghilangkan noda makanan yang ada di baju ini?
  6. Bagaimanakah caranya mengurangi pecandu narkoba yang terus bertambah beberapa tahun belakangan ini?
  7. Bagaimanakah proses produksi dari getah menjadi karet hingga layak untuk dipasarkan?

Contoh Kata Tanya “Berapa” dalam Kalimat

  1. Berapakah umur kedua orang tuamu?
  2. Berapakah gaji terakhirmu di perusahaan sebelumnya?
  3. Berapa skala Richter-kah suhu terpanas saat musim panas?
  4. Berapa kalikah kau mengalami kegagalan sebelum akhirnya sukses seperti sekarang?
  5. Berapakah total jumlah siswa di kelasmu?
  6. Berapakah biaya yang kau keluarkan untuk berobatmu kemarin?
  7. Berapa bulankah kau melakukan persiapan sebelum mengikuti olimpiade kimia?


Untuk anak - anak tugas kalian hari ini bisa kalian cek pada link tautan dibawah ini.

https://forms.gle/6wSuv8VfFDdqxVj2A


 

sdn1pagerandong

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar